Tinjauan Geologi Teknik kejadian Sinkhole di Jorong Tanah Tepi Nagari Situjuah Batua Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat

Pada hari Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 11:00 WIB, terbentuk sinkhole mendadak di sawah warga dengan dimensi estimasi: diameter 10 m, kedalaman 7m. Sinkhole berbentuk circular vertikal dengan dinding curam dan air menggenang di dasarnya.

Gambar 1. Sinkhole Jorong Tanah Tepi Nagari Situjuah Batua Kecamatan Situjuah Limo Nagari



Gambar 2. Sinkhole yang sudah terisi air


Mekanisme Pembentukan Sinkhole di Lokasi Kejadian

Sinkhole ini termasuk tipe cover-collapse khas, di mana rongga (cavity) di batu gamping tertutup oleh lapisan tanah alluvial/endapan gunung api. Berdasarkan foto sinkhole yang terbentuk berupa sumuran vertikal, tanpa tanda subsidence/amblesan yang bersifat gradual. mekanisme utama adalah pelepasan butir (ravelling) ditambah dengan erosi buluh (piping) yang dipercepat hujan ekstrem.


Gambar 3. Konsep terbentuknya cover collapse sinkhole/drop out dolline (Tihansky, 1999)

Air hujan dan air tanah bergerak ke bawah tanah melalui pori dan rekahan batuan karbonat. Batugamping larut secara kimiawi, memperluas rongga bawah tanah. Selama periode panjang, rongga bawah tanah berkembang sering kali tidak terlihat dari permukaan karena tertutup tanah dan material vulkanik. Ketika rongga bawah tanah melewati ambang stabilitas geomekanik, langit-langit rongga ambruk secara tiba-tiba, menyebabkan berkurangnya dukungan bawah permukaan dan amblasnya tanah di atasnya. Genangan air di dasar sinkhole menunjukkan adanya hubungan dengan saluran air bawah tanah. Perubahan elevasi muka air tanah dan tekanan hidrostatis dapat mempercepat amblesan struktural.

Litologi penyusun di lokasi terjadinya sinkhole berdasarkan peta Geologi Teknik  daerah Kabupaten Lima Puluh Kota tersusun oleh lanau pasiran-pasir lanauan. Lanau pasiran berwarna kuning kecokelatan, teguh-kaku, plastisitas tinggi.Pasir lanauan, berwarna coklat, agak padat, mengandung kerikil berbentuk menyudut (0,3–2,0 cm), pasir berukuran halus – sedang.

Gambar 4. Peta Geologi Teknik daerah Kabupaten Lima Puluh Kota (Badan Geologi, 2017)



Batuan yang berada di bawah lapisan tanah penutup diperkirakan anggota batugamping Formasi Kuantan (PCkl) yang mengalami karstifikasi sehingga terbentuk rongga dan sungai bawah tanah.


Gambar 5. Peta Geologi Lembar Solok (Badan Geologi, 1995)

Rekomendasi non Teknis

  1. Pembatasan akses dan aktivitas di area sekitar sinkhole karena ada potensi perluasan sinkhole pada tanah yang labil.
  2. Sosialisasi dan edukasi bahaya geologi terkait karst dan kewaspadaan ketika mendengar suara gemuruh bawah tanah atau muncul retakan/sinkhole yang baru terutama pada musim hujan.

Rekomendasi Geologi Teknik

  1. Sinkhole yang sudah terbentuk tidak disarankan untuk ditimbun. Jika sinkhole akan ditimbun maka diperlukan rekayasa teknis. Poin penting rekayasa teknis adalah mengetahui pengaruh erosi buluh pada lapisan tanah penutup dan dampaknya di area sekitar pada masa mendatang.
  2. Membuat zonasi area rentan sinkhole di sekitar lokasi kejadian untuk antisipasi kejadian sinkhole di masa yang akan datang. Manfaat zonasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan penataan ruang. Metode yang disarankan antara lain pemetaan geologi teknik, pemetaan hidrogeologi dan pendugaan geofisika (georadar, geolistrik atau seismik) untuk mengetahui kondisi rongga atau saluran air bawah tanah dan pengaruhnya terhadap pembentukan sinkhole.


Ikuti Berita Kami