Purwakarta, 19 Juni 2025 – Bencana gerakan tanah kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bencana ini melanda dua kampung di Desa Pasirmunjul, yakni Kampung Cigintung RT 008/006 dan Kampung Sukamulya RT 004/001, dengan dampak kerusakan yang cukup serius.
Peristiwa gerakan tanah pertama kali tercatat pada Minggu malam, 20 April 2025 pukul 22.00 WIB, kemudian berulang pada Rabu, 23 April 2025, Senin, 19 Mei 2025, dan terakhir pada Kamis, 12 Juni 2025.
Dampak dan Kerusakan
Menurut data dari BPBD Kabupaten Purwakarta hingga Selasa, 17 Juni 2025 pukul 17.55 WIB, bencana ini telah menyebabkan:
Kondisi Geologi dan Penyebab
Secara geografi, lokasi bencana berada pada koordinat 6° 63’ 91,34” LS dan 107° 43’ 4,646” BT, dengan ketinggian sekitar 363 meter di atas permukaan laut. Morfologi daerah ini berupa perbukitan bergelombang menengah dengan kemiringan lereng antara 13° hingga 23°, menghadap timur laut.
Berdasarkan Peta Geologi Lembar Cianjur (Sudjatmiko, 1972), batuan penyusun wilayah tersebut didominasi oleh endapan Aluvium Tua (Qoa) dan endapan Batupasir Tufan dan Konglomerat (Qos). Pemeriksaan lapangan menunjukkan bahwa lapisan atas berupa pasir tufaan berpori tinggi dan mudah lepas, menutupi lapisan serpih kedap air yang mudah menjadi plastis saat jenuh air. Kontak antara dua lapisan inilah yang menjadi bidang gelincir utama.
Hujan deras dan akumulasi air tanah memicu peningkatan tekanan pori, menyebabkan melemahnya daya ikat antar material vulkanik. Gerakan tanah bertipe nendatan (rotasional) ini menyebabkan retakan, amblesan, dan lendutan, serta memiliki potensi untuk terus berkembang terutama pada musim hujan.
Rekomendasi dan Penanganan
Berdasarkan hasil kajian dan pemantauan Badan Geologi, lokasi terdampak masuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi, artinya gerakan tanah masih berpotensi terjadi kembali. Beberapa rekomendasi teknis meliputi:
Kesimpulan
Bencana gerakan tanah di Kecamatan Sukatani merupakan pengingat penting akan tingginya kerentanan geologi di wilayah perbukitan Jawa Barat. Sinergi antara pemerintah daerah, instansi kebencanaan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengantisipasi dan memitigasi bencana serupa di masa mendatang.
Lampiran
Lokasi Kejadian
Tatanan Geologi
Peta Zona Kerentanan Tanah
Peta Prakiraan Gerakan Tanah Juni 2025
Peta Situasi Gerakan Tanah
Penampang Gerakan Tanah Lokasi Kejadian
Foto Kejadian Gerakan Tanah
Foto Kejadian Gerakan Tanah