Gerakan Tanah Landa Sukatani, Purwakarta: Puluhan Rumah Rusak dan Ratusan Warga Mengungsi

Purwakarta, 19 Juni 2025 – Bencana gerakan tanah kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bencana ini melanda dua kampung di Desa Pasirmunjul, yakni Kampung Cigintung RT 008/006 dan Kampung Sukamulya RT 004/001, dengan dampak kerusakan yang cukup serius.

Peristiwa gerakan tanah pertama kali tercatat pada Minggu malam, 20 April 2025 pukul 22.00 WIB, kemudian berulang pada Rabu, 23 April 2025, Senin, 19 Mei 2025, dan terakhir pada Kamis, 12 Juni 2025.

Dampak dan Kerusakan

Menurut data dari BPBD Kabupaten Purwakarta hingga Selasa, 17 Juni 2025 pukul 17.55 WIB, bencana ini telah menyebabkan:

  1. 69 rumah rusak
  2. 1 rumah ibadah rusak
  3. 86 Kepala Keluarga atau 256 jiwa mengungsi
  4. 1 ruas jalan penghubung antar desa terputus
  5. Tidak ada korban jiwa

Kondisi Geologi dan Penyebab

Secara geografi, lokasi bencana berada pada koordinat 6° 63’ 91,34” LS dan 107° 43’ 4,646” BT, dengan ketinggian sekitar 363 meter di atas permukaan laut. Morfologi daerah ini berupa perbukitan bergelombang menengah dengan kemiringan lereng antara 13° hingga 23°, menghadap timur laut.
Berdasarkan Peta Geologi Lembar Cianjur (Sudjatmiko, 1972), batuan penyusun wilayah tersebut didominasi oleh endapan Aluvium Tua (Qoa) dan endapan Batupasir Tufan dan Konglomerat (Qos). Pemeriksaan lapangan menunjukkan bahwa lapisan atas berupa pasir tufaan berpori tinggi dan mudah lepas, menutupi lapisan serpih kedap air yang mudah menjadi plastis saat jenuh air. Kontak antara dua lapisan inilah yang menjadi bidang gelincir utama.
Hujan deras dan akumulasi air tanah memicu peningkatan tekanan pori, menyebabkan melemahnya daya ikat antar material vulkanik. Gerakan tanah bertipe nendatan (rotasional) ini menyebabkan retakan, amblesan, dan lendutan, serta memiliki potensi untuk terus berkembang terutama pada musim hujan.

Rekomendasi dan Penanganan

Berdasarkan hasil kajian dan pemantauan Badan Geologi, lokasi terdampak masuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi, artinya gerakan tanah masih berpotensi terjadi kembali. Beberapa rekomendasi teknis meliputi:

  1. Gerakan tanah tipe nendatan dengan bidang gelincir melengkung (rotational);
  2. Gerakan tanah dapat berkembang ke arah mahkota (baratdaya) dan ke arah kaki longsoran (timurlaut,);
  3. Tol Cipularang yang berada di sebelah barat lokasi bencana relatif aman dari ancaman gerakan tanah Kp. Cigintung;
  4. Lokasi bencana masuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah-Tinggi. Gerakan tanah pada wilayah ini masih berpotensi terjadi kembali.
  5. Rumah terdampak sudah tidak aman untuk diperbaiki dan dihuni kembali sehingga harus direlokasi menjauh dari zona gerakan tanah;
  6. Zona gerakan tanah dapat dimanfaatkan menjadi lahan hijau berupa hutan, kebun atau pertanian kering;
  7. Pembuatan kolam atau lahan basah di zona gerakan tanah harus dihindari untuk mengurangi saturasi berlebih di area tersebut;
  8. Aktivitas bertani sawah di sekitar kaki longsoran masih dapat dilakukan dengan tetap mewaspadai perkembangan gerakan tanah. Hindari beraktivitas bercocok tanam saat curah hujan meningkat;
  9. Hindari pembuatan tempat beristirahat pada sawah dari kaki longsoran ke arah timur laut karena menjadi jalur material longsoran;
  10. Memelihara vegetasi di zona gerakan tanah dan sekitarnya terutama vegetasi berakar kuat dan dalam untuk menjaga kestabilan lereng;
  11. Jalan desa yang terputus agar dialihkan menghindari zona gerakan tanah;
  12. Dilakukan pembatasan kendaran yang memiliki tonase melebihi klas jalan yang melewati jalan di atas gawir mahkota longsoran;
  13. Pembuatan jalur alternatif perlu direncanakan mengingat jalan desa saat ini berada pada daerah yang terancam gerakan tanah;

Kesimpulan

Bencana gerakan tanah di Kecamatan Sukatani merupakan pengingat penting akan tingginya kerentanan geologi di wilayah perbukitan Jawa Barat. Sinergi antara pemerintah daerah, instansi kebencanaan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengantisipasi dan memitigasi bencana serupa di masa mendatang.

Lampiran


Lokasi Kejadian



Tatanan Geologi


Peta Zona Kerentanan Tanah


Peta Prakiraan Gerakan Tanah Juni 2025


Peta Situasi Gerakan Tanah


Penampang Gerakan Tanah Lokasi Kejadian


Foto Kejadian Gerakan Tanah


Foto Kejadian Gerakan Tanah


Ikuti Berita Kami