LAPORAN KHUSUS PERKEMBANGAN AKTIVITAS G. LEWOTOBI LAKI-LAKI LEVEL IV AWAS TANGGAL 29 JUNI 2025

LAPORAN KHUSUS

Nomor: 025 /GL.03/BGL/2025

PERKEMBANGAN AKTIVITAS G. LEWOTOBI LAKI-LAKI

LEVEL IV (AWAS) TANGGAL 29 JUNI 2025


Gunung api Lewotobi Laki-laki terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengamatan visual pada periode 28-29 Juni 2025 Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan ketebalan sedang. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 100-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah utara, timur laut, barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 19- 26°C.


Data kegempaan dari tanggal 28 hingga 29 Juni 2025 pukul 06.00 WITA yakni, 6 kali Gempa Hembusan, 1 kali Tremor Harmonik, 13 kali Tremor Non Harmonik, 3 kali Gempa Low Frequency (LF), 3 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 10 kali Gempa Tektonik Jauh.


Berdasarkan data visual, tinggi asap masih berfluktuasi antara 100 hingga 500 meter. Namun, tren visual menunjukkan adanya penurunan yang disebabkan oleh berkurangnya suplai material dari kedalaman dangkal serta pergerakan magma yang cenderung lambat. Hal ini menyebabkan tidak teramati adanya erupsi selama periode ini. Pada malam hari, tidak tampak cahaya pijar di sekitar kawah, yang mengindikasikan penurunan suhu material pijar. Aktivitas pada periode ini didominasi oleh gempa-gempa permukaan yang berkaitan dengan aktivitas sebelumnya. Sementara itu, gempa yang biasanya menandai adanya suplai magma dari kedalaman, seperti Gempa Tektonik Lokal yang tidak terekam, serta penurunan jumlah Gempa Vulkanik Dalam, menunjukkan bahwa suplai magma dari kedalaman masih berlangsung lambat. Secara umum, data kegempaan masih memperlihatkan tren yang fluktuatif.


Data deformasi tiltmeter menunjukkan tren penurunan secara perlahan, yang mengindikasikan masih adanya suplai magma dari kedalaman dengan laju yang lambat. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan magma menuju permukaan masih berlangsung, namun dengan kecepatan rendah. Sementara itu, data GPS mulai menunjukkan tren penurunan yang mengarah pada deflasi, sehingga suplai magma dari kedalaman indikasinya dalam intensitas yang kecil.


Hasil analisis visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki masih tinggi, sehingga tingkat aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki masih ditetapkan pada Level IV (Awas) dengan rekomendasi sebagai berikut : masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dan sektoral baratdaya-timurlaut 7 km dari pusat erupsi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.


Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, khususnya pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki, seperti di Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan. 


Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi. Informasi terkini mengenai aktivitas gunungapi dapat diakses melalui situs resmi Magma Indonesia maupun media sosial resmi Badan Geologi. 


Demikian disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


a.n. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Kepala Badan Geologi

Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., 







Ikuti Berita Kami