Museum Geologi Raih Sertifikat ISO 9001:2015, Plt. Kepala Badan Geologi Tekankan Budaya Mutu Layanan Publik

Museum Geologi di bawah naungan Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), secara resmi menerima Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Sertifikat diserahkan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Logam dan Mesin (BBLM), Kementerian Perindustrian yang diwakili oleh Ibu Sri Rahayu Febriani selaku Kepala Bagian Tata Usaha kepada Ibu Plt. Kepala Badan Geologi, Dr. Lana Saria, S.Si., M.Si., dalam rangkaian acara Day and Night at The Museum yang berlangsung di Bandung, Sabtu (7/2).

Dalam sambutannya, Lana Saria mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bukti komitmen Museum Geologi dalam meningkatkan kepercayaan publik melalui standar internasional yang diakui secara global.

"Implementasi ISO 9001:2015 berdampak pada efisiensi operasional dengan proses yang terstandar, serta menjamin perbaikan berkelanjutan melalui metodologi Plan-Do-Check-Act (PDCA)," ujar Lana.

Salah satu poin penting dari pencapaian ini adalah prosesnya yang dilakukan secara mandiri oleh Museum Geologi. Hal ini membuktikan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Geologi tidak hanya unggul dalam teknis kebumian, tetapi juga mumpuni dalam tata kelola manajemen profesional. Ini membuktikan peranan Pimpinan (leadership) harus menunjukkan komitmen nyata melalui penetapan kebijakan mutu yang jelas, pengelolaan sumber daya yang memadai, dan kepemimpinan aktif dalam kegiatan tinjauan manajemen secara berkala. Pimpinan juga bertanggung jawab mondorong dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pencapaian sasaran mutu dan mendorong inovasi dalam perbaikan proses yang berkelanjutan.


Apresiasi turut disampaikan kepada Badan Standardisasi Nasional (BSN) atas supervisi teknis, serta Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Logam dan Mesin, Kementerian Perindustrian yang telah melaksanakan audit secara profesional berdasarkan standar ISO 19011:2018. Dukungan juga datang dari Balai Inseminasi Buatan Lembang, Kementerian Pertanian, yang menjadi wadah mitra studi banding dalam implementasi mutu ISO 9001:2015.

Menutup sambutannya, Plt. Kepala Badan Geologi berpesan agar sertifikat ini menjadi standar dasar (baseline) baru untuk terus berinovasi. Oleh karena itu mari setiap ASN di Museum Geologi, dari level paling bawah hingga puncak, memiliki peran penting dalam sistem manajemen mutu. Keterlibatan ini diwujudkan melalui pemahaman terhadap kontribusi individual, partisipasi dalam program pelatihan kompetensi, dan keaktifan dalam mengidentifikasi peluang perbaikan. Budaya mutu terbangun ketika setiap orang merasa memiliki tanggung jawab terhadap kualitas hasil kerja pungkasnya.


"Mempertahankan jauh lebih sulit daripada meraih.” Jangan berpuas diri, teruslah berbenah demi memberikan pengalaman edukasi dan rekreasi kegeologian terbaik bagi bangsa. Mudah-mudahan capaian dan predikat ini akan tetap terjaga dan berjalan dengan baik serta dapat meningkatkan kapasitas layanannya menjadi lebih baik sesuai dengan mottonya Smart Museum, Smart People, Smart Nation. ," ujar Lana.


Penulis: 
Andhy Darmeidi Sipayung, S.T., M.T.

Ikuti Berita Kami