ANALISIS GEOLOGI KEJADIAN GEMPA BUMI DI BARAT DAYA PACITAN JAWA TIMUR, 20 MEI 2025

Analisis geologi kejadian gempa bumi tanggal 20 Mei 2025 di Pacitan, Provinsi Jawa Timur, sebagai berikut:

INFORMASI GEMPA BUMI

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, tanggal 20 Mei 2025, pukul 04:36:10 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 11,05 LS dan 111,07 BT, berjarak 319 km Barat Daya Pacitan, dengan magnitudo M 5,1 pada kedalaman 10 km. Menurut USGS pusat gempa berada pada koordinat 11,026 LS dan 111.147 BT dengan magnitudo M 4,8 pada kedalaman 10 km. Berdasarkan GFZ pusat gempa berada pada koordinat 10,99 LS dan 111,21 BT dengan magnitudo M 5,16 pada kedalaman 10 km.

KONDISI GEOLOGI DAN PENYEBAB GEMPA BUMI

Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut. Kondisi daerah terdekat dengan pusat gempa bumi memiliki morfologi dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, pegunungan, hingga gunung yang tersusun oleh batuan Kuarter Non Vulkanik, Kuarter Vulkanik, Tersier, hingga Pra Tersier. Menurut data Badan Geologi, daerah tersebut tersusun oleh Kelas C (tanah sangat padat dan batuan lunak), Kelas D (tanah sedang), dan Kelas E (tanah lunak). Endapan Kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, dan belum kompak memperkuat efek guncangan. Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas deformasi di luar zona subduksi (outer-rise) dengan mekanisme sesar turun (normal fault).

DAMPAK GEMPA BUMI

Hingga laporan ini dibuat pukul 07:25 WIB belum ada informasi intensitas yang dirasakan, korban jiwa, dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut Badan Geologi, daerah ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi rendah hingga tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami.

REKOMENDASI

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
Bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, guna menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran.



Ikuti Berita Kami