PERKEMBANGAN AKTIVITAS G. LEWOTOBI LAKI-LAKI LEVEL IV (AWAS) TANGGAL 18 AGUSTUS 2025

LAPORAN KHUSUS

Nomor: 83/GL.03/BGL/2025

PERKEMBANGAN AKTIVITAS G. LEWOTOBI LAKI-LAKI

LEVEL IV (AWAS) TANGGAL 18 AGUSTUS 2025


Gunung api terlihat jelas hingga tertutup dengan intensitas sedang. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-800 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara, timur laut dan barat daya. Suhu udara sekitar 17-29°C. Terjadi Letusan dengan tinggi 1000-8000 meter dari puncak, kolom abu letusan berwarna kelabu. Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah luncuran tidak teramati.


Data kegempaan dari tanggal 17-18 Agustus 2025 hingga pukul 12.00 WITA yaitu, 8 kali gempa Letusan, 14 kali gempa Guguran, 51 kali Gempa Hembusan, 3 kali gempa Harmonik, 28 kali Gempa Tremor Non-Harmonik, 10 kali Gempa Low Frequency, 110 kali Gempa Vulkanik Dalam, 12 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 4 kali Gempa Tektonik Jauh. 


Erupsi Eksplosif Pada 18 Agustus 2025 pukul 00.38 WITA terjadi erupsi eksplosif dengan tinggi kolom abu mencapai 8.000 meter di atas puncak dan disertai suara gemuruh. 


Setelah erupsi pertama, tercatat peningkatan signifikan pada gempa Vulkanik Dalam yang kemudian memicu erupsi eksplosif kedua pada pukul 02.21 WITA dengan kolom abu setinggi 8.000 meter, disertai dentuman keras yang terdengar hingga Pos PGA Lewotobi Laki- laki.


Selain itu, terekam tremor spasmodik pada pukul 07.28–07.55 WITA, mirip dengan kejadian erupsi 19 Mei 2025, namun dengan durasi yang lebih singkat. Selanjutnya, terjadi beberapa erupsi susulan pada pukul 08.14, 08.34, 08.57, dan 09.11 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000–4.000 meter di atas puncak. Hingga laporan ini dibuat, masih terekam mikrotremor dengan visual erupsi yang terus berlangsung.


Pemantauan Deformasi Pasca Erupsi Hasil pemantauan tiltmeter selama 24 jam terakhir menunjukkan pola inflasi, meskipun sempat terjadi sedikit deflasi saat erupsi berlangsung beberapa kali. Kondisi ini menandakan tubuh gunung api masih mendapat tekanan dari dalam, berupa suplai magma dari kedalaman. Situasi ini perlu diwaspadai karena masih berpotensi memicu erupsi eksplosif.

Sementara itu, data Global Navigation Satellite System (GNSS) pasca rangkaian erupsi menunjukkan penurunan komponen vertikal dan kemudian stagnan. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian material dari dalam sudah keluar, namun masih ada material yang tertahan di pada kedalaman dalam hingga dangkal.


Berdasarkan analisis visual dan instrumental tersebut, aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki masih tinggi, sehingga tingkat aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki masih ditetapkan pada Level IV (AWAS) dengan rekomendasi sebagai berikut: masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dan 7 km sektoral barat laut- timur laut dari pusat erupsi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.


Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan.


Abu vulkanik erupsi G. Lewotobi Laki-laki juga dapat mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan apabila sebarannya mengarah ke area bandara dan jalur perlintasan pesawat.


Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi. Informasi terkini mengenai aktivitas gunungapi dapat diakses melalui situs resmi Magma Indonesia maupun media sosial resmi Badan Geologi.


Demikian disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


a.n. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Kepala Badan Geologi

Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc.


LAMPIRAN





Ikuti Berita Kami